Bayangkan kamu hanya lihat skor: Auckland FC menang 5-0 di Kiwi Clasico melawan Wellington Phoenix, sekaligus meraih kemenangan keenam beruntun di derby dan bertahan di posisi dua klasemen A-League. Terdengar seperti tim yang “tak terbendung”, bukan? Tapi ketika kita intip angkanya, cerita jadi lebih menarik: Auckland hanya menghasilkan sekitar 1,19 expected goals (xG) dari 10 tembakan dan mencetak lima gol, dua di antaranya hasil blunder kiper Josh Oluwayemi. Artinya, mereka sangat klinis dan sangat terbantu kesalahan lawan, bukan sekadar menciptakan badai peluang setiap menit.
Gol pembuka bahkan datang dengan cara absurd: bek tengah Jake Girdwood-Reich menghalau bola dari tengah sendiri, lalu sang kiper yang jauh dari kotak menyundul bola itu… ke gawangnya sendiri. Jesse Randall mencetak dua gol sebelum jeda—salah satunya chip cantik—lalu menambah satu assist untuk Lachlan Rose yang mengukir gol ketujuhnya musim ini. Tanpa dua pemain utama Sam Cosgrove dan Louis Verstraete, ini jelas performa kuat, tapi data mengingatkan kita: mereka meng-overperform kualitas peluang. Pola seperti ini akan sering muncul di turnamen piala dunia 2026, dan kalau kamu main di turnamen mix parlay World Cup 2026, kamu perlu tahu kapan skor besar layak dipercaya dan kapan cukup dihormati sambil waspada.
Format Turnamen Piala Dunia 2026: 48 Tim, 104 Laga, 3 Negara
Secara struktur, turnamen piala dunia 2026 akan diikuti 48 negara, naik dari 32 di format sebelumnya. Mereka dibagi ke dalam 12 grup berisi empat tim; dua tim teratas dan delapan peringkat ketiga terbaik akan melaju ke babak 32 besar, sebelum berlanjut ke 16 besar, perempat final, semifinal, dan final. Total ada 104 pertandingan dalam sekitar 39 hari, menjadikannya edisi tersibuk sepanjang sejarah Piala Dunia.
Turnamen ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 16 kota tuan rumah mulai dari Los Angeles, Dallas, Miami dan New York/New Jersey sampai Mexico City, Guadalajara, Vancouver, dan Toronto. Bagi kamu yang bermain mix parlay piala dunia 2026:
- Hampir setiap hari ada 3–6 laga yang bisa kamu satukan ke dalam mix parlay 3 tim.
- Karena volume tinggi, kamu butuh filter kuat: mana laga yang memang punya value, mana yang sekadar “ramai di highlight” tapi tidak mendukung keputusan rasional.
