Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, mengakui bahwa start Grand Prix Belgia pada hari Minggu tidak akan berjalan mulus. Meskipun ia berhasil merebut pole position di Sirkuit Spa-Francorchamps dengan performa impresif, kehadiran Max Verstappen di barisan depan membuatnya waspada. Sirkuit yang panjang dan menantang ini dikenal sebagai tempat di mana posisi terdepan sering menjadi bumerang bagi pemiliknya.
Antonelli menunjukkan kecepatan luar biasa pada sesi kualifikasi Sabtu, mengalahkan Verstappen dari Red Bull dengan selisih tiga persepuluh detik. Ia juga unggul setengah detik dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang naik ke posisi ketiga setelah penalti mesin Lando Norris. Kini, dengan keunggulan 25 poin di klasemen pembalap, Antonelli menjadi favorit kuat untuk memenangi balapan 44 lap ini. Namun, ia sadar bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai saat lampu merah padam.
Start yang Tidak Mudah untuk Antonelli
“Dengan Max di samping saya, ini tidak akan mudah,” ujar Antonelli kepada Sky Sports F1. “Kuncinya adalah mendapatkan start yang baik dan berada di depan saat memasuki Tikungan Lima.”
Pernyataan itu mencerminkan realitas Spa-Francorchamps. Jarak dari garis start ke tikungan pertama, La Source, sangat pendek. Namun, tanjakan panjang sejauh 1,25 mil menuju Tikungan Lima (Les Combes) menjadi momok tersendiri. Lintasan lurus yang hampir full-throttle itu memungkinkan mobil di belakang untuk menempel erat melewati Eau Rouge dan Raidillon, lalu memanfaatkan slipstream untuk menyalip di Kemmel Straight.
Mengapa Pole Position Bisa Jadi Kerugian
Catatan sejarah menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, pemimpin balapan selalu berubah di titik tersebut. Tahun lalu, Oscar Piastri melewati rekan setimnya Norris di lap pertama saat kondisi basah. Pada 2024, Charles Leclerc yang start pole disalip Lewis Hamilton di lap ketiga. Sementara pada 2023, Sergio Perez sukses menyalip Leclerc yang juga start terdepan di lap pertama.
Bos Mercedes, Toto Wolff, bahkan berkomentar setelah kualifikasi: “Pole di sini bagus untuk hari Sabtu, tapi saya tidak yakin ingin start pole saat melewati Eau Rouge untuk pertama kalinya. Mereka akan terus membayangi Antonelli.”
Bisakah Antonelli Bertahan Jika Kehilangan Posisi Awal?
Meski start bisa menjadi titik rawan, kecepatan Antonelli sepanjang akhir pekan ini luar biasa. Ia mendominasi dua sesi latihan terakhir dan kualifikasi. Jika ia kehilangan posisi di awal, bukan tidak mungkin ia merebutnya kembali berkat performa mobil yang superior. Namun, ia juga harus mewaspadai masalah degradasi ban — terutama di sisi kiri yang sangat menderita di trek ini.
Antonelli sendiri optimistis. “Kami berusaha mendapatkan start yang baik, dan ritme balapan pada hari Jumat terlihat bagus. Degradasi ban memang besar, tapi kami berharap bisa menjaga kecepatan dan menjauh,” tambahnya.
Catatan penting: Antonelli telah melalui tiga balapan tanpa kemenangan setelah rentetan lima kemenangan beruntun. Dua di antaranya ia gagal poin akibat masalah reliabilitas Mercedes, sehingga keunggulan poinnya menyusut dari 68 menjadi 25. Maka, balapan di Spa menjadi krusial untuk memperlebar jarak lagi.
Peluang Verstappen dan Russell
Verstappen sendiri baru start dari barisan depan untuk ketiga kalinya musim ini. Setelah akhir pekan yang sulit di Silverstone — ia terbang keluar trek dan terdampar di kerikil — Red Bull tampil lebih baik di Belgia. Namun, Verstappen mengakui bahwa posisi keduanya terbantu oleh tow dari rekan setim Isack Hadjar di Q3. Ia pesimistis bisa mengalahkan Antonelli.
“Dia akan langsung melewati saya di trek lurus. Kami kalah tiga persepuluh di kualifikasi dengan bantuan tow. Realistis, itu selisih enam persepuluh. Tidak ada perlawanan di balapan nanti,” kata Verstappen. Ia memprediksi balapannya akan fokus bertahan dari Russell dan dua Ferrari (Leclerc dan Hamilton) yang menempel di belakangnya.
Sementara itu, Russell masih bergulat dengan defisit kecepatan lurus yang misterius dibanding rekan setimnya. Ia berharap bisa mengulangi performa lebih baik di hari balapan seperti yang terjadi di Silverstone dua pekan lalu, meski sadar melawan Antonelli yang sedang dalam performa puncak sangat berat. “Saya akan berusaha menahan sakitnya masalah ini dan berharap mendapatkan hasil bagus,” ujar Russell.
Grand Prix Belgia akan berlangsung Minggu pukul 14.00 WIB (siaran langsung mulai pukul 12.30 WIB) di Sky Sports F1. Dengan segala dinamika start dan sejarah pole yang kurang bersahabat, Kimi Antonelli harus bermain cerdas jika ingin mengubah takdir pole position di Spa-Francorchamps.
