Anthony Joshua Catat Berat Badan Lebih Berat Jelang Laga Vs Kristian Prenga
Anthony Joshua menjalani sesi timbang badan pada Jumat (24/7/2026) di Jeddah, Arab Saudi, dan hasilnya menunjukkan peningkatan berat yang signifikan. Petinju asal Inggris itu tercatat memiliki berat 251 pon, alias 7,6 pon lebih berat dibandingkan saat ia mengalahkan Jake Paul pada Desember 2025.
Pertarungan melawan Kristian Prenga, petinju Albania yang hanya sekali kalah dalam 21 laga profesionalnya, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam di Jeddah. Kenaikan berat badan ini menjadi perhatian karena menunjukkan perubahan strategi fisik Joshua setelah berganti tim pelatih.
Berat Anthony Joshua vs Kristian Prenga: Selisih 10,4 Pon
Pada sesi timbang yang sama, Kristian Prenga mencatat berat 261,4 pon, lebih berat 10,4 pon dari Anthony Joshua. Prenga dikenal sebagai petinju bertubuh besar dengan rekor mengesankan: 16 kemenangan terakhirnya semuanya diraih melalui KO atau TKO.
Bagi Anthony Joshua, berat 251 pon ini masih di bawah rekor terberatnya saat melawan Jermaine Franklin pada April 2023, yaitu 255,4 pon. Namun, angka ini lebih tinggi dari berat saat melawan Jake Paul (243,4 pon) dan beberapa pertarungan sebelumnya, menandakan adanya perubahan program latihan dan nutrisi.
Kompetitor Berat: Prenga Bukan Lawan Mudah
Eddie Hearn, promotor Joshua, menegaskan bahwa Prenga bukanlah lawan yang datang hanya untuk mencari uang. “Dia hanya kalah sekali, 16 kemenangan terakhir via KO. Seluruh Albania mendukungnya,” ujar Hearn kepada DAZN Boxing. Hearn juga berharap penampilan Joshua bisa menunjukkan kerja keras yang telah dilakukan selama kamp pelatihan.
Anthony Joshua sendiri mengaku belum bertanding sejak laga melawan Jake Paul pada Desember 2025. Selama jeda itu, ia berlatih bersama tim Oleksandr Usyk untuk mempersiapkan pertarungan ini. Tim Usyk disebut mendorong Joshua untuk “menunjukkan kehebatan” di atas ring.
Pengaruh Tim Usyk pada Persiapan Anthony Joshua
Dalam wawancara dengan Sky Sports, Joshua mengungkapkan bahwa tim Usyk menuntut lebih dari sekadar penampilan cukup baik. “Mereka bilang, ‘Kami ingin melihat lebih banyak, keluarkan yang terbaik darimu.’ Pendekatan latihan saya pun meningkat drastis,” jelas Joshua. Ia menambahkan bahwa tim Usyk mengajarinya untuk menjadikan performa terbaik sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat pertarungan.
Joshua juga mengakui bahwa sebelumnya ia kadang bisa “lolos” hanya dengan melakukan cukup, tetapi sekarang ia dituntut untuk terus berkembang. Perubahan mentalitas ini diharapkan membuahkan hasil saat berhadapan dengan Prenga yang garang.
Berat Badan Anthony Joshua dan Implikasi Taktis
Kenaikan berat 7,6 pon menunjukkan bahwa Joshua mungkin bermain dengan massa otot tambahan untuk menghadapi kekuatan Prenga. Dalam tinju kelas berat, setiap pon bisa memengaruhi kecepatan, daya tahan, dan kekuatan pukulan. Strategi ini mirip dengan pendekatan beberapa petinju yang menambah bobot untuk melawan lawan yang lebih besar.
- Berat Joshua saat melawan Jake Paul: 243,4 pon (Desember 2025)
- Berat Joshua saat melawan Jermaine Franklin: 255,4 pon (April 2023, rekor terberat)
- Berat Prenga: 261,4 pon
Kesimpulan: Anthony Joshua Siap Tunjukkan “Greatness”
Anthony Joshua menghadapi ujian berat melawan Kristian Prenga yang belum terkalahkan dalam 16 laga terakhirnya. Dengan berat badan yang lebih berat dari biasanya, Joshua mengandalkan program latihan baru bersama tim Usyk untuk meraih kemenangan. “Pekerjaan sudah selesai, ini tidak akan mudah,” kata Hearn. Publik tinju dunia menanti apakah Joshua mampu membuktikan bahwa ia masih layak disebut salah satu petinju kelas berat elite.
Pertarungan antara Anthony Joshua dan Kristian Prenga akan menjadi salah satu sorotan utama akhir pekan ini di Jeddah. Saksikan apakah strategi fisik dan mental baru Joshua membuahkan hasil.
