Masa depan Gabriel Martinelli di Arsenal tengah menjadi sorotan setelah legenda klub, Ian Wright, menilai pemain asal Brasil itu layak mendapat perlakuan lebih hormat. Wright secara terbuka mempertanyakan cara Arsenal menangani potensi kepergian Martinelli pada bursa transfer musim panas ini. Baginya, perlakuan yang diterima Martinelli belakangan ini terasa tidak adil, terlebih dengan kontribusi yang sudah ia berikan selama ini.
Kekhawatiran Wright muncul setelah Martinelli dua kali berturut-turut absen dari skuad Arsenal di laga resmi. Pemain berusia 25 tahun itu bahkan tidak masuk dalam rencana utama pelatih Mikel Arteta, sementara klub dikabarkan telah membuka peluang bagi klub-klub peminat. Padahal, Martinelli merupakan salah satu figur penting dalam perjalanan Arsenal meraih gelar Premier League musim lalu.
Kronologi: Dari Pilar Utama ke Tepian Skuad
Martinelli mencatatkan 53 penampilan di semua kompetisi musim lalu dan menyumbang 11 gol. Ia menjadi bagian penting dari skuad Arsenal yang sukses mengangkat trofi Premier League. Namun, situasinya berubah drastis pada laga pembuka liga kontra Coventry, ketika namanya tidak masuk dalam daftar susunan pemain dan Arsenal menang 3-0.
Sebelum laga itu, Martinelli juga absen saat Arsenal mengalahkan Manchester City pada ajang Community Shield pekan lalu. Arsenal pun dikabarkan telah mengundang tawaran untuk pemain internasional Brasil tersebut. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Martinelli mulai dikesampingkan dari rencana jangka panjang klub.
Meski begitu, pihak Arsenal membantah adanya upaya mengasingkan Martinelli dari tim utama. Klub beralasan ketidakhadirannya murni akibat ketatnya persaingan di skuad, terutama setelah rekrutan anyar Christos Tzolis tampil impresif di posisi sayap kiri yang menjadi area favorit Martinelli saat melawan Coventry. BBC Sport juga memahami bahwa Arteta telah menyampaikan posisinya secara langsung kepada Martinelli dan menjelaskan alasan pemain tersebut ditinggalkan dari skuad.
Ian Wright: Perlakuan Arsenal ke Martinelli Bikin Tidak Nyaman
“Cara Martinelli diperlakukan saat ini benar-benar membuat saya merasa tidak nyaman,” ujar Wright kepada Sky Sports. “Saya tahu mereka mungkin ingin melepasnya, dan banyak orang mungkin berkata, ‘ya, sudah waktunya dia pindah’. Tetapi ada cara-cara tertentu untuk melakukan itu, dan seharusnya cara itu juga sesuai dengan keinginannya.”
Wright kemudian menyoroti minimnya komunikasi antara klub dan pemain. “Tidak masuk dalam skuad, tidak diajak bicara, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dan ya, saya tahu ini — dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi,” ungkapnya. “Dia sudah berkontribusi cukup banyak untuk skuad ini, jadi seharusnya dia diperlakukan dengan sedikit lebih hormat daripada yang dia terima sekarang.”
Martinelli bergabung dengan Arsenal dari klub Brasil, Ituano, pada 2019. Sejak saat itu, ia konsisten menjadi bagian dari tim utama sepanjang era kepelatihan Mikel Arteta. Ia juga dikenal sebagai salah satu pemain yang populer di ruang ganti Arsenal.
Analisis: Masa Depan Martinelli di Tengah Ketatnya Persaingan
Arsenal tengah berusaha membangun skuad di atas kesuksesan gelar juara mereka demi bertahan di puncak klasemen. Klub dikabarkan ingin mewujudkan setidaknya satu penjualan besar sebelum bursa transfer ditutup. Dalam rencana itu, Martinelli disebut-sebut sebagai aset paling laku yang dimiliki Arsenal saat ini.
Selain Martinelli, ada beberapa nama lain yang juga dianggap bisa dilepas demi mendapatkan dana segar. Ketiganya dipandang memiliki nilai jual yang menarik di mata calon peminat. Berikut daftar pemain yang disebut masuk dalam daftar jual Arsenal:
- Gabriel Martinelli — pemain sayap asal Brasil yang dinilai sebagai aset paling bernilai jual.
- Gabriel Jesus — striker yang juga masuk dalam daftar pemain yang bisa dilepas.
- Fabio Vieira — gelandang yang turut menjadi pertimbangan untuk dijual.
Menariknya, Arsenal sebelumnya juga sempat mencoba merekrut Vinicius Junior, pemain sayap kiri lainnya, sebelum bintang Brasil itu memperpanjang kontraknya dengan Real Madrid. Wright pun menyoroti dampak dari langkah transfer tersebut terhadap posisi Martinelli di tim. “Jika kamu membawa Vini masuk, Martinelli bisa berkata pada dirinya sendiri, ‘OK, mereka membawanya masuk, mereka membawa Tzolis masuk, aku mungkin jadi pemain ketiga’,” jelasnya. “Tetapi jika kamu membawa Tzolis dan memiliki Noni Madueke di sisi lain, kamu akan berpikir, ‘aku masih bisa bersaing dengan mereka berdua, aku masih punya sesuatu untuk ditawarkan’.”
Wright mengaku merasa sedih dengan kondisi yang dialami Martinelli. “Untuk dia tidak berada di dekat itu, itu membuat saya merasa sedikit sedih untuknya,” pungkasnya. Perasaan yang sama juga dirasakan sebagian pendukung Arsenal yang masih ingin melihat Martinelli berjaya di Emirates Stadium.
Komentar Arteta: Semua Punya Awal dan Akhir
Mikel Arteta buka suara soal kemungkinan para pemain mapan hengkang dari Arsenal. Menjelang laga kontra Coventry, ia menegaskan bahwa klub harus menghadapi kenyataan dengan jujur dan transparan. “Ini momen yang sangat sulit, tetapi kamu harus menghadapi kenyataan itu,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.
“Kamu mungkin tidak menyukai apa yang kamu dengar, tetapi jika itu jujur, jika itu adalah kenyataan, dan jika itu membantu kamu membuat keputusan yang lebih baik serta memberi kejelasan untuk langkah karier selanjutnya, kamu harus melakukannya,” lanjut Arteta. “Semua punya awal dan akhir. Ketika akhir itu tiba, tugas dan tanggung jawab kami adalah menjalaninya dengan cara sebaik mungkin, menjaga rasa hormat dan kekaguman terhadap pemain serta hubungan yang ada, tetapi pada akhirnya kami harus mengambil keputusan sepak bola.”
Peluang Transfer: Martinelli Tolak Galatasaray
Di tengah ketidakpastian yang menyelimutinya, Martinelli dikabarkan telah menolak tawaran pindah ke Galatasaray. Ia disebut hanya mau bergabung dengan klub papan atas Eropa jika benar-benar meninggalkan Emirates Stadium. Sikap ini menunjukkan bahwa Martinelli masih ingin bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Dengan bursa transfer yang masih berjalan, masa depan Martinelli menjadi salah satu kisah transfer yang menarik untuk diikuti. Arsenal tampaknya bertekad melepasnya, sementara Martinelli sendiri masih menimbang opsi terbaik bagi kelanjutan kariernya. Pertanyaan terbesarnya kini adalah, akankah ada klub besar yang datang dengan tawaran yang sesuai dengan harapannya?
Ian Wright telah menyuarakan apa yang ia rasakan: Martinelli pantas diperlakukan lebih hormat. Di tengah ambisi Arsenal memperkuat skuad dan kebutuhan untuk melakukan penjualan besar, pemain Brasil itu menjadi sosok yang terpinggirkan. Bagaimanapun, cara Arsenal menyelesaikan situasi ini akan menentukan arah masa depan Martinelli sekaligus menunjukkan bagaimana klub menjaga hubungan baik dengan pemainnya.
