Start Buruk Kilmarnock: Tanda Bahaya atau Kebetulan?

Written by

in

,

Start buruk Kilmarnock di Liga Premier Skotlandia musim ini jelas membuat suporter cemas, tetapi pertanyaan sebenarnya adalah seberapa besar kekhawatiran itu seharusnya. Jawabannya: cukup besar, mengingat tim asuhan Neil McCann belum mengoleksi satu poin pun dari tiga laga awal. Namun, sejarah menunjukkan bahwa awal yang buruk belum tentu berujung pada degradasi, selama ada perbaikan cepat.

Suporter Kilmarnock tentu punya alasan untuk kecewa. Tiga pertandingan, nol poin, dan 13 gol kebobolan—optimisme musim baru di Rugby Park telah menguap dalam sekejap. Kekalahan telak 4-0 dari Dundee United pada Sabtu lalu menjadi pukulan terbaru yang memicu kemarahan penonton, yang bahkan mengejek tim sendiri di babak pertama dan saat pertandingan usai.

Tiga Laga, Nol Poin: Start Buruk Kilmarnock yang Bikin Geram

Dalam laga melawan Dundee United, Kilmarnock tampil buruk sejak awal dan tertinggal tiga gol di babak pertama. Skor akhir 4-0 dinilai tidak berlebihan oleh banyak pengamat, mengingat penguasaan permainan tamu sangat dominan. Suporter yang hadir di Rugby Park melontarkan ejekan keras di babak pertama dan ketika peluit panjang dibunyikan.

Neil McCann memilih untuk menahan amarahnya setelah laga, meskipun ia jelas kecewa dengan performa anak asuhnya. Manajer berusia 50 tahun itu enggan meluapkan emosi secara berlebihan, tetapi ia dengan jujur mengakui bahwa kemarahan suporter sepenuhnya beralasan. “Saya marah dan saya minta maaf kepada para penggemar,” ujar McCann seusai pertandingan.

McCann menegaskan para pemainnya sadar telah mengecewakan banyak pihak, dan ia menuntut respons di laga berikutnya. “Sangat mudah saat ini untuk bersikap emosional. Para pemain tahu perasaan saya tentang penampilan ini dan saya berharap ada reaksi pada Rabu malam melawan St Mirren,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa dalam olahraga, tidak ada yang lebih baik daripada jadwal padat, karena timnya punya kesempatan langsung untuk memperbaiki keadaan.

Kronologi: Dari Harapan ke Kekhawatiran

McCann sebenarnya bukan pilihan utama saat ditunjuk sebagai manajer Kilmarnock pada Januari musim lalu, ketika klub tengah terpuruk di dasar klasemen. Keputusan itu sempat dipertanyakan banyak pihak, tetapi bersama asisten Billy Dodds dan pinjaman gemilang winger Rangers, Findlay Curtis, ia berhasil membawa Killie keluar dari zona degradasi. Bahkan, pada akhir musim lalu, Kilmarnock menutup kompetisi dengan empat kemenangan beruntun dan mencetak 13 gol.

Performa impresif itu membuat banyak pihak optimistis menjelang musim baru. Namun, kenyataannya justru sebaliknya—Kilmarnock kebobolan empat gol dari St Johnstone, lima gol dari Celtic, dan empat gol lagi dari Dundee United. Catatan tersebut membuat tekanan dari suporter sendiri meningkat dari menit ke menit.

Gaya bermain ekspansif yang diterapkan McCann ternyata membuat tim terlalu terbuka di lini belakang. Alih-alih tampil solid seperti akhir musim lalu, Kilmarnock justru kesulitan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi McCann jelang pertandingan melawan St Mirren.

Statistik Kilmarnock yang Mencekam

Jika melihat data statistik, kekhawatiran suporter Kilmarnock semakin masuk akal. Sejak musim 1998-99, start buruk Kilmarnock ini menjadi salah satu awal terburuk yang pernah tercatat di kasta tertinggi Skotlandia. Kilmarnock bergabung dengan Aberdeen pada 2000, Dundee United pada 2004, dan Hamilton pada 2010 sebagai tim yang gagal mengumpulkan poin dengan selisih gol minus sembilan setelah tiga laga perdana.

Yang lebih memprihatinkan, 13 gol kebobolan yang dialami Kilmarnock merupakan jumlah terbanyak dibanding tim mana pun dalam periode yang sama. Catatan itu juga menjadi yang terburuk di antara seluruh tim Liga Premier Skotlandia musim ini, dengan selisih yang cukup jauh. Data lain menunjukkan bahwa rata-rata gol yang seharusnya kebobolan (expected goals against) Kilmarnock mencapai 10,14—tertinggi di liga.

Masalah Kilmarnock tidak berhenti di situ. Sejumlah catatan statistik lain justru mempertegas betapa rapuhnya lini belakang mereka musim ini:

  • Melakukan enam kesalahan yang berujung pada gol lawan, empat lebih banyak dibanding tim mana pun di divisi ini.
  • Menghadapi 69 tembakan lawan, dengan 29 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
  • Satu-satunya hiburan kecil bagi McCann adalah timnya berada di peringkat kesembilan untuk jumlah tekel (36) dan tekel sukses (22)—itu pun masih jauh dari kata membanggakan.

Masalah Taktik di Balik Start Buruk Kilmarnock

Mantan gelandang Rangers, Hearts, dan Motherwell, Andy Halliday, ikut angkat bicara soal masalah Kilmarnock. Menurutnya, ada banyak harapan bagi Kilmarnock di awal musim ini, mengingat performa mereka sejak McCann masuk hingga akhir musim lalu sempat naik ke posisi keempat dalam tabel form. Namun, ia menilai bentuk permainan tim saat ini terlihat tidak nyaman.

Halliday secara khusus menyoroti formasi diamond yang diterapkan McCann. Ia mengaku benci bermain di formasi tersebut karena pemain di sisi sayap harus bekerja sangat keras, baik saat menguasai bola maupun tidak. Saat menyerang, pemain harus melebar, tetapi ketika bertahan, mereka harus menyempit—tuntutan ganda yang kerap membuat posisi tim tidak seimbang.

Ia juga menyoroti cara kerja bek sayap Kilmarnock yang terlalu fokus menyerang saat tim menguasai bola. Saat kehilangan bola, para bek sayap itu dibiarkan berhadapan satu lawan satu tanpa perlindungan, apalagi tidak ada pemain seperti Findlay Curtis dengan energi tinggi di depan mereka untuk membantu pertahanan. Halliday menegaskan bahwa masalah defensif Kilmarnock tidak lepas dari bentuk tim yang membuat mereka terekspos.

Debut Berisiko dan Tekanan Jelang Lawan St Mirren

Bukan berarti Kilmarnock tidak punya peluang melawan Dundee United—mereka tetap menciptakan sejumlah kesempatan, hanya saja gagal dikonversi menjadi gol. Di sisi lain, kiper Max Stryjek kebobolan empat kali, tetapi penampilannya tetap bisa dibilang cukup layak mengingat banyaknya peluang yang ia hadapi. Ini menunjukkan bahwa masalah terbesar Kilmarnock ada di lini pertahanan secara keseluruhan, bukan hanya di posisi kiper.

Situasi semakin pelik dengan debut yang diberikan kepada bek tengah Cathal McCarthy dan bek kiri Jonathan Meier, yang berarti separuh lini belakang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Premier Skotlandia. McCarthy bahkan menjadi penyebab hadiah penalti, sementara Meier ditarik keluar saat jeda. Cedera dini yang dialami bek senior Robbie Deas menambah derita Kilmarnock di laga tersebut.

Semua hal yang bisa salah, benar-benar terjadi. Kini laga melawan St Mirren pada Rabu nanti terasa seperti pertandingan yang wajib dimenangkan, atau setidaknya wajib tidak kalah, jika Killie ingin memulai kebangkitan mereka musim ini. Tekanan di pundak McCann dan anak asuhnya semakin besar, dan publik Rugby Park menuntut respons nyata.

Start buruk Kilmarnock tentu menjadi alarm serius bagi seluruh pendukung, terutama dengan rekor defensif yang begitu mengkhawatirkan. Meski begitu, musim masih sangat panjang dan tiga kekalahan beruntun belum menentukan nasib tim di akhir kompetisi. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana McCann memperbaiki masalah taktik dan membangkitkan mental pemain sebelum laga berikutnya.

Pertandingan melawan St Mirren akan menjadi ujian sejauh mana Kilmarnock mampu bangkit dari keterpurukan. Jika kembali gagal, bukan tidak mungkin tekanan semakin besar dan masa depan McCann mulai dipertanyakan. Namun jika berhasil meraih poin, ada secercah harapan bahwa musim ini masih bisa diselamatkan.