Bryson DeChambeau Kena Penalti Dua Pukulan di The Open
Kontroversi aturan Bryson DeChambeau kembali mencuri perhatian publik setelah ia dijatuhi penalti dua pukulan pada putaran kedua The Open di Royal Birkdale. Laporan dari berbagai media mengklaim bahwa pemain dua kali juara mayor itu sempat ingin melibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat memperdebatkan keputusan tersebut.
Penalti diberikan Jumat malam setelah ofisial meninjau rekaman dan menyimpulkan bahwa DeChambeau telah memperbaiki area ayunan belakangnya dengan meratakan rumput panjang di hole kelima. Akibatnya, posisinya turun dari peringkat kedua dan tertinggal satu pukulan dari pemimpin, menjadi peringkat kelima bersama dan tertinggal tiga pukulan.
Klaim Keterlibatan Donald Trump dalam Sengketa Aturan
Beberapa laporan menyebut bahwa selama diskusi panjang dengan R&A (badan pengatur The Open), DeChambeau mengancam akan menelepon Trump agar turun tangan. Langkah ini mirip dengan intervensi Trump sebelumnya, seperti saat ia meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima pemain AS Folarin Balogun di Piala Dunia, yang akhirnya membuat larangan satu pertandingan ditangguhkan.
Sky Sports News telah menghubungi pihak R&A, kantor pers Gedung Putih, dan tim manajemen DeChambeau untuk dimintai komentar. Meskipun panggilan telepon tidak terjadi saat itu, belum diketahui apakah DeChambeau menghubungi Trump secara pribadi.
DeChambeau diketahui merupakan teman dekat Trump dan pernah menjadi anggota Dewan Olahraga, Kebugaran, dan Nutrisi di bawah presiden AS tersebut. Ia terakhir mengunjungi Gedung Putih pada Mei lalu dan pernah bermain golf bersama Trump.
Tanggapan R&A: Presiden Tak Telepon
Pada Sabtu, CEO R&A Mark Darbon ditanya apakah Presiden Trump telah menghubunginya. “Tidak, saya tidak menerima panggilan dari Presiden Trump,” jawab Darbon kepada BBC Sport. “Terlepas dari pemain mana yang terkena dampak, keputusan ini sama—dari perspektif aturan sangat jelas.”
Selain itu, Sky Sports News memahami bahwa DeChambeau mengunjungi Darbon di kantor kejuaraan setelah putaran ketiga. Ia meminta agar kartu skor hari sebelumnya diberikan kepadanya, namun permintaan itu ditolak. R&A belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai masalah tersebut.
Reaksi Rory McIlroy dan Scottie Scheffler
Komentar pedas datang dari Rory McIlroy yang menyebut insiden ini “performatif”. “Saya tidak akan berpura-pura membela Bryson. Saya tidak terlalu menyukainya. Menurut saya ini semua bersifat performatif dan demi perhatian. Menahan turnamen seperti itu, membuat semua pemain, relawan, dan semua orang menunggunya, rasanya tidak baik,” ujar McIlroy pada Sabtu.
Sementara itu, petenis nomor satu dunia Scottie Scheffler justru membela DeChambeau. “Dia bukan seorang penipu,” tegas Scheffler. “Saya kenal dia, dan saya tahu dia tidak akan sengaja melanggar aturan.”
Perjalanan Berat DeChambeau di The Open 2026
DeChambeau akhirnya mampu melewati batas cut, mengakhiri rentetan tiga turnamen mayor berturut-turut di mana ia gagal lolos. Ini sekaligus menyelamatkannya dari “Bryson Slam”—istilah untuk melewatkan cut di keempat mayor dalam satu musim. Ia finis di posisi ke-14 bersama, tertinggal enam pukulan dari juara Ryan Fox.
Untuk kedelapan kalinya berturut-turut di putaran mayor, DeChambeau menolak berbicara kepada media setelah ronde. Ia juga tidak memberikan wawancara pasca-ronde saat gagal cut di PGA Championship dan US Open. Namun, ia mengunggah pesan di Instagram: “Banyak naik turun minggu ini, tapi saya bangga dengan cara saya berjuang. Terima kasih kepada semua pendukung yang telah membawa saya melewati ini. Maju terus dari sini. Selamat kepada Ryan Fox untuk kemenangan yang luar biasa!”
DeChambeau dijadwalkan tampil di LIV Golf League Inggris pekan depan di JCB Golf and Country Club, meskipun tidak tercantum dalam jadwal media pra-turnamen.
Kesimpulan: Kontroversi yang Belum Usai
Kontroversi aturan Bryson DeChambeau di The Open 2026 masih menyisakan banyak pertanyaan. Mulai dari dugaan keterlibatan politik, kritik sesama pemain, hingga sikap diamnya terhadap media. Meski R&A menegaskan keputusan telah final, publik masih menanti klarifikasi lebih lanjut dari pihak DeChambeau maupun R&A. Yang jelas, insiden ini kembali menyoroti betapa rumitnya hubungan antara aturan golf, kepribadian pemain, dan tekanan di turnamen besar.
