Gaza Dukung Spanyol Juara Piala Dunia, Simbol Solidaritas Penuh Haru

Written by

in

,

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia Jadi Sorakan Warga Gaza

Euforia kemenangan tim nasional Spanyol di Piala Dunia 2024 tidak hanya dirasakan di Madrid atau Barcelona, tetapi juga bergema di jalan-jalan Gaza. Warga Palestina di Jalur Gaza turun ke kafe dan layar tayangan luar ruangan untuk merayakan keberhasilan La Roja, meskipun di tengah ancaman serangan Israel. Dukungan ini bukan sekadar soal sepak bola, melainkan simbol solidaritas politik yang mendalam.

Bagi warga Gaza, kegembiraan menonton pertandingan Piala Dunia kali ini memiliki makna ganda. Tim Spanyol telah lama menjadi favorit karena sikap negara itu yang vokal membela hak-hak Palestina, sementara Israel justru mendukung Argentina. Perbedaan afiliasi ini membuat turnamen sepak bola dunia terasa seperti pertarungan nilai-nilai kemanusiaan.

Mengapa Gaza Mendukung Spanyol: Antara Sepak Bola dan Politik

Solidaritas Spanyol Terhadap Palestina

Spanyol dikenal sebagai salah satu suara paling kritis di Eropa terhadap perang Israel di Gaza dan kekerasan yang didukung negara di Tepi Barat. Pemerintah Spanyol terus mendorong Uni Eropa untuk mengambil tindakan lebih keras atas pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penangguhan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel. Sikap ini membuat rakyat Palestina merasa memiliki keterikatan emosional dengan tim Spanyol.

Banyak warga Gaza yang mengibarkan bendera Spanyol dan memberikan penghormatan khusus kepada bintang muda Lamine Yamal. Remaja berusia 16 tahun itu sebelumnya pernah membawa bendera Palestina saat perayaan kemenangan Barcelona di La Liga pada Mei lalu. Tindakannya menuai serangan dari Menteri Pertahanan Israel, namun Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dengan cepat membela Yamal.

“Lamine hanya mengekspresikan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan orang di Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya,” tulis Sánchez dalam unggahan media sosial.

Dukungan Israel untuk Argentina dan Reaksi Palestina

Di sisi lain, dukungan Israel terhadap Argentina dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang memiliki hubungan dekat dengan presiden sayap kanan Javier Milei. Netanyahu bahkan mengirim pesan ucapan sukses kepada tim Argentina sebelum final. Hal ini semakin memperkuat sentimen bahwa pertandingan Piala Dunia kali ini bukan hanya olahraga, melainkan juga cerminan aliansi politik.

Delegasi Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa merespons dengan mengunggah foto tim Spanyol di bawah judul “juara dunia”. Sementara itu, tim sepak bola amputasi Gaza al-Irada mengirimkan pesan video sebelum pertandingan: “Siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina berhak mengangkat Piala Dunia.”

Kisah di Balik Layar: Perjuangan Menonton Piala Dunia di Tengah Perang

Keterbatasan Akses dan Ancaman Serangan

Bagi warga Gaza, menikmati Piala Dunia bukanlah perkara mudah. Sejak serangan Israel, lebih dari 2 juta penduduk Palestina hidup di kamp-kamp tenda setelah rumah mereka hancur. Akses listrik dan internet sangat terbatas. Arkan al-Walaida, 23 tahun, harus pergi ke kafe internet setiap pagi untuk mencari cuplikan pertandingan melalui TikTok atau saluran resmi FIFA di YouTube dan Instagram.

Ketika tahu Spanyol menang, ia merasa sangat terharu. “Jujur, saya hampir menangis karena bahagia. Dukungan mereka bagi kami adalah tanda kemanusiaan,” ujarnya.

Perayaan yang Dibayangi Ketakutan

Saadi al-Masri, kapten tim sepak bola amputasi Gaza yang berusia 40 tahun, menonton pertandingan final di sebuah kafe yang penuh sesak dengan kerumunan antusias. “Kami sangat senang saat peluit akhir memastikan kemenangan Spanyol,” katanya. Namun, rasa takut akan serangan udara Israel membuat tidak ada pesta larut malam. Beberapa minggu sebelumnya, pada awal Juli, sebuah bom Israel menewaskan Mohamed al-Wahidi, seorang pekerja kemanusiaan yang mengorganisir pemutaran pertandingan Piala Dunia di Gaza. Serangan itu juga menewaskan dua anak laki-laki berusia 8 dan 10 tahun, serta seorang pria lain. Militer Israel mengkonfirmasi serangan tersebut tetapi mengklaim tidak menargetkan al-Wahidi.

Spanyol Juara: Kemenangan Kemanusiaan di Mata Gaza

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia telah menjadi lebih dari sekadar trofi. Bagi warga Gaza, ini adalah pengakuan atas perjuangan mereka dan secercah harapan di tengah puing-puing. Dukungan yang ditunjukkan oleh pemain muda Lamine Yamal serta sikap tegas pemerintah Spanyol telah mengikat kedua bangsa dalam ikatan solidaritas yang kuat.

Meskipun ancaman serangan masih menghantui, warga Gaza tetap merayakan dengan cara mereka sendiri: di kafe-kafe kecil, di depan layar yang terputus-putus, dan dalam doa-doa yang menggema. Kemenangan ini memberi mereka alasan untuk percaya bahwa suara mereka didengar, di lapangan hijau maupun di panggung dunia.