Shea Charles Resmi Jadi Pemain Termahal Irlandia Utara

Written by

in

,

Shea Charles resmi menjadi pemain termahal Irlandia Utara sepanjang sejarah setelah pindah dari Southampton ke Fulham dengan nilai transfer £30 juta. Gelandang berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak bersama klub Premier League dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Perjalanan Charles memang panjang, tetapi kini ia berhasil menembus panggung yang selama ini ia impikan.

Kepindahan ini menjadi puncak dari proses perkembangan yang dimulai sejak Charles masuk akademi Manchester City pada usia tujuh tahun. Sebelum mencapai titik ini, ia sempat bermain untuk Southampton, dipinjamkan ke Sheffield Wednesday, lalu kembali ke Southampton. Semua pengalaman itu membentuknya menjadi gelandang serbabisa yang siap bersaing di Premier League.

Rekor Transfer Shea Charles, Pemain Termahal Irlandia Utara

Fulham harus membayar £30 juta untuk memboyong Charles dari Southampton, menjadikannya pemain termahal Irlandia Utara dalam sejarah. Padahal, sebelumnya Charles lebih banyak dikaitkan dengan Leeds United. Fulham akhirnya keluar sebagai pemenang dalam perburuan gelandang muda ini.

Di Craven Cottage, Charles akan bekerja di bawah pelatih Alvaro Arbeloa, mantan bek Real Madrid dan Liverpool. Arbeloa kini menjabat sebagai head coach Fulham dan dihadapkan pada tugas membentuk lini tengah yang solid. Charles diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam skema permainan tim London tersebut.

Bakat yang Sudah Terlihat Sejak 2021

Bakat Charles sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Pada 2021, pelatih tim muda Irlandia Utara Gerard Lyttle sangat terkesan dengan kualitasnya. “Saya belum pernah melihat orang yang lebih baik dalam menguasai bola daripada anak ini,” kata Lyttle kepada BBC Sport.

Saat itu Charles masih berposisi sebagai bek tengah dan belum tampil di level senior bersama klub maupun tim nasional. Namun, ia sudah menonjol karena ketenangan dan tekniknya dalam menguasai bola. Lyttle bahkan menyebut Charles belum keluar dari “gigi kedua” karena ia bermain dengan sangat santai.

Potensi Charles semakin terlihat saat membantu Manchester City memenangkan Premier League 2 pada musim 2021-22. Di tim tersebut ia tampil bersama Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Nico O’Reilly. Pada Juni 2022, ia mendapat panggilan tim senior Irlandia Utara dan menjalani debut kontra Yunani sebagai pemain pengganti di babak akhir.

Debut internasional itu datang sebelum Charles mencatatkan satu penampilan pun di tim utama City. Kepercayaan tersebut diberikan oleh Ian Baraclough yang saat itu menjadi manajer Irlandia Utara. Charles sendiri mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan itu dan bertekad memanfaatkannya sebaik mungkin.

Belajar dari Rodri dan Debut Premier League

Charles mendapat keuntungan besar karena tumbuh di lingkungan Manchester City. Ia berlatih bersama gelandang-gelandang terbaik dunia seperti Rodri dan Fernandinho. Pengalaman itu membuatnya terbiasa dengan standar tinggi setiap hari.

Charles mengaku standar latihan di tim utama City sangat tinggi. Namun, ia menikmati proses tersebut karena terus belajar dari para pemain terbaik. “Saat berlatih dengan tim utama, standarnya sangat tinggi dan kami selalu belajar setiap hari,” ujarnya pada 2022.

Kesempatan tampil di Premier League datang pada Mei 2023. City sudah memastikan gelar juara dan Charles masuk pada babak kedua saat melawan Brentford di laga pamungkas musim itu. Sebulan setelahnya, ia pindah ke Southampton dengan kontrak empat tahun.

Menjadi Kapten Termuda dan Pujian di Sheffield Wednesday

Di Southampton, Charles tampil 32 kali dan membantu tim promosi ke Premier League. Pada musim berikutnya, ia dipinjamkan ke Sheffield Wednesday untuk terus berkembang. Ia tampil memikat dan menjadi favorit penggemar, bahkan namanya sempat dikaitkan dengan Arsenal.

Pelatih Sheffield Wednesday saat itu Danny Rohl memuji Charles. Menurut Rohl, Charles adalah pemain muda dengan potensi tinggi. “Sayangnya dia bukan pemain kami,” kata Rohl.

Pada masa peminjaman itulah Charles dipercaya Michael O’Neill memakai ban kapten Irlandia Utara. Ia mendapat kepercayaan itu 10 hari setelah ulang tahunnya yang ke-21. Hal ini menjadikannya kapten termuda sejak Terry Neill pada 1963, sekaligus bukti bahwa O’Neill melihatnya sebagai pemimpin.

Setelah O’Neill kembali menangani Irlandia Utara pada akhir 2022, Charles nyaris tidak pernah absen. Ia hanya melewatkan tiga laga dalam rentang waktu tersebut. Satu karena larangan bermain akibat kartu merah melawan Slovenia, dan dua karena cedera hamstring pada laga kualifikasi Piala Dunia melawan Slovakia dan Luksemburg.

Momen Besar dan Bukti di Panggung Internasional

Setelah Southampton terdegradasi, Charles kembali ke St Mary’s pada musim lalu. Ia menjadi salah satu pemain penting dengan koleksi enam gol. Beberapa golnya datang di momen besar, seperti gol kemenangan atas Arsenal di perempat final Piala FA, klub yang akhirnya menjadi juara Premier League, serta gol ke gawang Liverpool di Anfield pada EFL Cup.

Charles juga mencetak gol pada semifinal play-off Championship melawan Middlesbrough. Gol itu sempat membawa Southampton selangkah lagi menuju Wembley, tetapi mereka gagal promosi setelah drama spygate. Kendati demikian, O’Neill tidak pernah meragukan kemampuan Charles tampil di Premier League.

Kepercayaan itu diperkuat penampilan Charles melawan Prancis di laga persahabatan Juni. Ia tampil percaya diri di antara pemain-pemain elite yang kemudian menjadi semifinalis Piala Dunia. Pada play-off Piala Dunia melawan Italia bulan Maret, ia disebut sebagai pemain terbaik di lapangan meski timnya kalah 2-0 dari Sandro Tonali dan Nicolo Barella.

Setelah laga itu, Charles menegaskan keyakinannya sendiri. “Saya percaya diri melawan siapa pun,” katanya. Pernyataan itu sejalan dengan gaya bermainnya yang tenang dan tidak pernah merasa inferior. Kini, keyakinan itu akan diuji di Fulham.

Prospek Charles di Fulham

Charles tiba di Fulham dengan modal 35 caps bersama Irlandia Utara dan segudang pengalaman di usia 22 tahun. Ia juga sudah membuktikan diri bisa tampil di level tertinggi saat berhadapan dengan lawan-lawan tangguh. Banyak pihak percaya ia bisa menjadi salah satu kejutan musim ini di Premier League.

Tantangan terbesar Charles adalah menjaga konsistensi di kompetisi paling ketat di dunia. Dengan kualitas teknis dan ketenangan yang dimilikinya, ia punya semua modal untuk tampil cemerlang di Craven Cottage. Kini tinggal bagaimana ia menjawab kepercayaan Fulham dan membuktikan bahwa label pemain termahal Irlandia Utara tidak pernah salah alamat.