Ashley Cole Tinggalkan Inggris U21 Setelah Lima Tahun

Written by

in

,

Ashley Cole resmi tinggalkan Inggris U21 setelah lima tahun mengabdi sebagai pelatih. Mantan bek Chelsea dan Arsenal itu merupakan bagian penting dari tim kepelatihan Lee Carsley yang sukses mempersembahkan dua gelar juara Eropa U21 secara beruntun. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya salah satu babak yang cukup signifikan dalam pembinaan tim muda Inggris.

Cole, yang kini berusia 45 tahun, memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2019 sebelum akhirnya menekuni dunia kepelatihan. Selama berkarier sebagai pelatih, ia dikenal sebagai sosok yang tenang tetapi sangat dihormati oleh para pemain muda. Carsley pun tidak ragu menyebut Cole memiliki pengaruh positif dan inspiratif terhadap anak asuhnya.

Ashley Cole Tinggalkan Inggris U21: Fakta Utama

Pengumuman ini menandai berakhirnya masa bakti Cole selama lima tahun penuh di tim U21 Inggris. Selama periode itu, ia mendampingi Carsley membina skuad muda yang kemudian tampil dominan di level Eropa. Dua trofi Euro U21 yang diraih secara beruntun menjadi bukti nyata kontribusi Cole di balik layar.

Dalam pernyataannya, Carsley memberikan penghormatan yang tulus kepada mantan rekannya itu. “Saya ingin memberi penghormatan kepada Ashley yang memainkan peran besar dalam dua kemenangan Euro kami dan juga memiliki peran kunci dalam kampanye saat ini dengan pengetahuan taktis dan teknisnya,” ujarnya. Carsley juga menegaskan keyakinannya bahwa Cole akan meraih lebih banyak kesuksesan dalam karier kepelatihannya apa pun yang terjadi di masa depan.

Perjalanan Karier Kepelatihan Cole: dari Derby hingga Timnas

Setelah menggantung sepatu, Cole tidak langsung mengambil peran besar di kursi pelatih. Ia memulai langkah dengan menyelesaikan lisensi kepelatihan di Derby County di bawah bimbingan Frank Lampard. Pengalaman itu menjadi fondasi penting sebelum ia kemudian berkarier di akademi Chelsea.

Karier kepelatihan Cole terus menanjak dengan sejumlah peran asisten di klub-klub besar Inggris. Ia pernah membantu tim pelatih Everton dan Birmingham City, di mana ia bekerja bersama Wayne Rooney. Selain itu, Cole juga sempat terlibat di tim senior Inggris ketika Carsley menjadi manajer interim pada 2024.

Kiprah di Cesena dan Rasa Kecewa di Sepak Bola Inggris

Pada Maret lalu, Cole mengambil langkah berani dengan menerima tawaran menjadi pelatih kepala Cesena, klub yang bermain di Serie B Italia. Langkah ini diambilnya setelah ia merasa “berkecil hati” dengan kesempatan meraih peran manajerial di struktur sepak bola Inggris. Perasaan tersebut mendorongnya untuk mencari tantangan baru di luar negeri.

Sayangnya, petualangan Cole di Italia tidak berlangsung lama. Ia meninggalkan Cesena pada Juni setelah berdiskusi dengan direktur olahraga klub terkait “perubahan strategi klub”. Meski singkat, pengalaman ini membuktikan bahwa Cole berani mengambil risiko untuk berkembang sebagai pelatih kepala, bukan sekadar bertahan di zona nyaman sebagai asisten.

Warisan Cole sebagai Pemain: 107 Caps dan Segudang Trofi

Sebelum dikenal sebagai pelatih, Cole adalah salah satu bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Ia mengoleksi 107 penampilan bersama timnas senior Inggris, sebuah angka yang hanya mampu dicapai oleh segelintir pemain. Karier klubnya pun cemerlang bersama Arsenal dan Chelsea.

Rekam jejak trofinya sangat mengesankan, mulai dari tiga gelar Premier League, satu Liga Champions, satu Liga Europa, hingga tujuh Piala FA dan satu Piala Liga. Prestasi ini membuktikan konsistensinya di level tertinggi selama bertahun-tahun. Kini, pengetahuan taktis dan pengalaman juara itulah yang ia bawa ke dunia kepelatihan.

Dampak bagi Inggris U21 dan Masa Depan Cole

Kepergian Cole tentu meninggalkan celah yang tidak mudah diisi di tim kepelatihan Inggris U21. Ia disebut Carsley sebagai sosok yang berperan kunci dalam kampanye saat ini, baik dari sisi taktik maupun teknis. Namun, Carsley dan staf yang tersisa tetap harus bergerak cepat untuk menjaga kesiapan tim.

Sementara itu, masa depan Cole di dunia kepelatihan tampak masih sangat terbuka. Kombinasi pengalamannya di akademi, klub senior, tim nasional, hingga liga asing memberinya bekal yang lengkap untuk tantangan berikutnya. Reputasinya juga tetap terjaga berkat dukungan penuh dari Carsley yang memprediksi Cole akan meraih lebih banyak kesuksesan.

Lima tahun bersama Inggris U21 memang telah berakhir bagi Ashley Cole, tetapi jejaknya akan terus dikenang lewat dua gelar Euro U21 yang ia bantu persembahkan. Perjalanannya dari pemain top menjadi pelatih menunjukkan dedikasi yang jarang dimiliki banyak orang. Kini publik tinggal menunggu langkah berikutnya dari salah satu bek terbaik Inggris ini, baik di dalam maupun di luar lapangan.