Keputusan Berani Solbakken Terbayar Lunas
Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, mengambil risiko besar dengan mengistirahatkan hampir seluruh pemain intinya di pertandingan grup terakhir melawan Prancis. Keputusan ini menuai kritik tajam, terutama dari para penggemar yang membayar mahal untuk menyaksikan duel antara Erling Haaland dan Kylian Mbappé. Namun, Solbakken tetap teguh—hasil akhir melawan Pantai Gading akan menentukan apakah langkahnya benar atau salah.
Kini Norwegia resmi melaju ke babak 16 besar. Pemain dan pendukung merayakannya dengan tarian perahu Viking yang dipimpin oleh Martin Ødegaard. Solbakken pun bisa bernapas lega karena strateginya terbukti berhasil, meski harus melewati momen menegangkan.
Jalannya Pertandingan: Norwegia Unggul, Pantai Gading Bangkit
Babak pertama berjalan sesuai rencana Norwegia. Antonio Nusa membuka keunggulan pada menit ke-39 setelah menerima umpan dari Ødegaard. Nusa melewati Nicolas Pépé dan melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Yahia Fofana. Pantai Gading mendominasi penguasaan bola, tapi serangan mereka mandul dan tidak membahayakan gawang Norwegia.
Memasuki babak kedua, segalanya berubah drastis. Pelatih Pantai Gading, Emerse Faé, memasukkan Amad Diallo pada menit ke-74. Diallo langsung menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Norwegia. Ia melakukan sapuan ajaib untuk menghalau tendangan Torbjørn Heggem yang nyaris menjadi gol, lalu mencetak gol penyama kedudukan yang spektakuler. Gol Diallo membuat laga kembali hidup dan membangkitkan semangat “Les Revenants”—julukan Pantai Gading yang dikenal bangkit dari keterpurukan.
Momen Krusial: Aksi Amad Diallo yang Hampir Mengubah Sejarah
Diallo menunjukkan kualitasnya sebagai pemain pengganti yang brilian. Gol dramatis Erling Haaland memang menjadi penentu, tetapi peran Diallo nyaris membuat Pantai Gading lolos. Ia menghentikan peluang emas Heggem dengan penyelamatan luar biasa, lalu mencetak gol indah setelah satu-dua dengan Pépé yang mengecoh tiga pemain Norwegia. Sayangnya, meski sempat membalikkan tekanan, keajaiban itu tidak bertahan lama.
Haaland: Pahlawan Norwegia dengan Gol Kontroversial
Empat menit menjelang akhir pertandingan, Erling Haaland muncul sebagai pahlawan. Umpan dari Patrick Berg—satu-satunya pemain yang starter di dua laga sebelumnya—disambar Haaland. Bola memantul dari tubuhnya, bukan hasil tendangan sempurna, tapi itu cukup untuk menjebol gawang Pantai Gading. Ini adalah gol ke-60 Haaland dalam 53 penampilan internasionalnya—sebuah rekor luar biasa.
Solbakken memuji striker Manchester City tersebut: “Dia adalah pencetak gol terbaik di dunia. Dia memberi ketenangan bagi tim. Kemampuannya menahan bola sering diremehkan. Mencetak lima gol di Piala Dunia untuk negara kecil seperti Norwegia—bahkan dia sendiri mungkin tidak menyangka bisa melakukannya. Saya tidak akan menukarnya dengan siapa pun.”
Perjalanan Berikutnya: Hadapi Brasil di Babak 16 Besar
Kemenangan dramatis ini membawa Norwegia bertemu Brasil di New York New Jersey Stadium. Ini adalah pertemuan yang dinanti: Brasil adalah satu-satunya tim internasional yang belum pernah dikalahkan Norwegia. Selain itu, duel antara Gabriel Magalhães dan Haaland menjadi sorotan utama. Bagi Norwegia, lolos ke fase gugur adalah prestasi langka—sebelumnya mereka hanya dua kali bermain di babak knockout (1938 dan 1998), dan keduanya kalah dari Italia.
Solbakken mengakui bahwa timnya harus bermain dengan gaya yang tidak biasa: bertahan, bertahan, dan bertahan. “Setiap orang dari usia 100 tahun hingga dua tahun sekarang ikut mendayung perahu Viking,” candanya. Kemenangan ini membuktikan bahwa Norwegia tidak hanya bisa menyerang, tapi juga bisa bertahan dan menang dalam tekanan.
Kesimpulan: Momen Bersejarah untuk Norwegia
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa sepak bola penuh kejutan. Gol dramatis Erling Haaland tidak hanya membawa Norwegia ke 16 besar, tetapi juga membungkam kritik terhadap keputusan berani Solbakken. Sementara Pantai Gading harus pulang lebih awal, mereka menunjukkan semangat juang tinggi lewat aksi Amad Diallo. Kini semua mata tertuju pada laga Norwegia vs Brasil—akankah perahu Viking terus melaju?
