Jonathan Morgan Sebut Maddy Cusack ‘Pembohong’ dalam Investigasi FA

Written by

in

,

Sidang lanjutan terkait kematian pesepakbola wanita Maddy Cusack kembali menghadirkan kesaksian kontroversial. Mantan manajernya, Jonathan Morgan, dilaporkan menyebut Cusack sebagai “pembohong pada umumnya” dalam investigasi yang dilakukan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Pernyataan ini terungkap dalam persidangan di Chesterfield Coroner’s Court pada Senin (7/4/2025).

Latar Belakang Kasus Maddy Cusack

Maddy Cusack meninggal dunia di Derbyshire pada 20 September 2023 di usia 27 tahun. Orang tuanya meyakini bahwa Jonathan Morgan berperan besar dalam penurunan kesehatan mental sang putri. Mereka menyampaikan kesaksian dalam persidangan pekan lalu. Morgan sendiri diperiksa secara intensif oleh pengacara keluarga, Dean Armstrong KC, dalam sesi yang berlangsung tegang dan penuh perdebatan.

Kesaksian Jonathan Morgan di Persidangan

Dalam persidangan, Morgan membantah pernah membentak atau menyebut Cusack dengan sebutan “psiko”. Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi Cusack. Namun, ia mengakui pernah menyebut Cusack “bottom-heavy” saat rapat bersama fisioterapis tim. Morgan menjelaskan bahwa istilah itu merujuk pada otot kaki Cusack dalam konteks program latihan kekuatan, bukan tentang berat badannya.

Bagian paling kontroversial muncul saat Morgan ditanyai soal pernyataannya dalam wawancara FA pada 9 Mei 2024. Dalam transkrip tersebut, Morgan mengatakan “sulit untuk bersikap negatif tentang seseorang yang telah meninggal, tetapi dia pada dasarnya pembohong.” Morgan membela pernyataannya dengan mengklaim ada bukti bahwa Cusack menyembunyikan informasi dari keluarganya terkait dukungan yang ia berikan. Ia juga mengaku membaca banyak informasi sepihak di media setelah kematian Cusack.

Hubungan Morgan dan Cusack di Leicester City

Morgan mengakui bahwa ia “kesulitan mengelola” Cusack saat keduanya sama-sama di Leicester City pada 2018. Cusack keluar klub di pertengahan musim. Morgan mengatakan kepergian itu disebabkan oleh “kurangnya waktu bermain” dan secara sepak bola tidak berjalan baik. Saat tiba di Sheffield United pada 2023, Morgan meminta asistennya Luke Turner untuk “membantu mendapatkan yang terbaik darinya.”

Keputusan Menyisihkan Cusack dari Starting XI

Morgan mendapat sorotan tajam soal keputusannya tidak memasukkan Cusack dalam susunan pemain inti pada pertandingan pertamanya sebagai manajer Sheffield United. Ia menegaskan bahwa keputusan itu didasarkan pada saran medis dari fisioterapis Francesca Carr yang menyatakan Cusack belum fit bermain. Pernyataan ini sejalan dengan kesaksian Carr sebelumnya. Namun, catatan medis Cusack tidak dapat ditemukan karena hilang saat pergantian sistem pencatatan, menurut mantan dokter klub Subhashis Basu.

Armstrong menuduh Morgan sengaja ingin “menunjukkan siapa bos” dengan menyisihkan Cusack. Morgan membantah dan mengatakan bahwa Cusack cedera saat ia datang. Ia menambahkan bahwa gaya bermainnya yang menuntut pressing tinggi dan lari cepat lebih cocok untuk pemain lain pada awal musim, meskipun Cusack unggul dalam daya tahan. Morgan mengakui bahwa Cusack tampil sangat baik di akhir musim semi 2023 dan menjadi starter reguler.

Kekhawatiran Morgan soal Kondisi Cusack

Pada Agustus 2023, Morgan mengaku khawatir setelah melihat Cusack tampak “berantakan” saat latihan. Biasanya Cusack sangat rapi dalam berpenampilan, namun saat itu ia seperti baru bangun tidur dan datang begitu saja. Morgan lalu bertanya langsung kepada Cusack dan mendapat jawaban bahwa kekhawatiran utamanya adalah soal investasi rumah yang tidak menguntungkan. Morgan juga mendapat laporan dari kapten dan asisten manajer bahwa Cusack “merindukan Grace”, pacarnya Grace Riglar, yang pindah ke Lewes FC pada musim panas 2023 sehingga mereka menjalani hubungan jarak jauh.

Klaim Penghinaan dan Banter

Morgan juga diperiksa terkait tuduhan bahwa ia mempermalukan Cusack dengan memanggil Riglar sebagai “Mrs Cusack” di depan tim. Morgan membantah keras dan mengatakan hal itu tidak pernah terjadi. Ia mengakui pernah mengatakan “ini para pacar” di depan Cusack dan Riglar, tetapi menyebutnya sebagai candaan. Morgan berkata, “Saya tahu itu bercanda karena mereka balas bercanda tentang berat badan saya dan kami tertawa bersama.”

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (8/4/2025) dengan kesaksian Morgan yang masih berlangsung. Hasil investigasi FA sendiri belum dipublikasikan, namun ratusan halaman bukti telah diserahkan ke koroner.

Dampak dan Konteks Lebih Luas

Kasus Maddy Cusack menyoroti pentingnya kesehatan mental atlet dan hubungan antara pemain dengan pelatih. Pernyataan kontroversial Morgan di persidangan menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana klub dan FA menangani keluhan pemain. Sidang ini diharapkan dapat mengungkap fakta lebih jelas sebelum keputusan akhir koroner pada Jumat mendatang.

Setiap orang yang mengalami kesulitan kesehatan mental dapat menghubungi layanan dukungan. Di Inggris dan Irlandia, Samaritans dapat dihubungi di 116 123. Di AS, hubungi National Suicide Prevention Lifeline di 988. Di Australia, Lifeline di 13 11 14. Informasi hotline internasional tersedia di befrienders.org.